Diremehkan, dikhianati oleh orang-orang kepercayaan, dijatuhkan oleh orang yang disayang, sampai dimanfaatkan oleh orang terdekat, semua itu saya rasakan dalam waktu yang hampir bersamaan. Kesal? Sudah pasti. Ikhlas? belum tentu. Butuh waktu dan proses untuk menerapkan satu kata. 'melupakan'. Semua masalah dan alasan itulah yang akhirnya memutuskan "Saya Pamit" dari Youtube. Kemudian, saya tuangkan dalam sebuah buku. Maaf, bukan 'buku'. Lebih tepatnya, diary atau catatan spesial saya yang ingin saya bagikan ke semua orang untuk diambil hikmahnya.