Salma sudah kelewat kesal, kelewat kecewa, dengan sang kekasih Nathan. Salma sudah berulang-ulang kali meminta Nathan untuk mengubah kebiasaan buruknya yang cepat emosi dan sering berkelahi. Atau mungkin itu adalah sifat alaminya, Nathan tidak bisa sepenuhnya lepas dari kebiasaan berkelahi meskipun ia sudah berusaha. Perkelahian kali ini membuat Nathan harus pindah sekolah karena sudah keterlaluan.
Salma yang kesal dan sedih yang bercampur aduk pun melontarkan ancaman untuk memutuskan hubungan mereka. Tidak pernah terpikir di benak gadis itu kalau Nathan akan menerima keputusannya tanpa pikir panjang, tanpa ada perlawanan. Salma akhirnya menyesal, ia sekarang merasa kehilangan, ia terlalu larut dalam emosinya sampai ia melupakan emosi kasih yang ia miliki untuk Nathan. Apa daya, Salma sekarang tidak bisa melakukan apa pun.